ANTRUM, Film Terkutuk Atau Sekedar Gimmick?

Film Antrum disebut memiliki kutukan dan dijuluki sebagai film paling mematikan yang pernah ada. Film ini telah memakan korban bagi siapa saja yang menontonnya

Antrum ada film yang rilis di bioskop Amerika pada 12 November 2019. Menceritakan seorang anak kecil dan gadis remaja memasuki hutan setelah anjing peliharaannya mati. Mencoba untuk menghidupkan kembali anjing tersebut dengan buku misterius, mereka secara tidak sengaja menggali lubang menuju neraka.

Film ini disebut sebagai film paling mematikan yang pernah ada. Alasannya karena Antrum (2019) merupakan film yang diambil dari salah satu film yang pernah tayang sebelumnya pada tahun 1979. Tak hanya judulnya saja yang menyeramkan, melansir laman Express UK, film yang telah diproduksi sejak 1970 ini juga memiliki sejarah yang cukup menyeramkan, yaitu ketika penayangannya di Festival Film Budapest 1988, tanpa ada penjelasan jelas bioskop tempat pemutaran film tersebut terbakar dan menyebabkan 56 penonton kehilangan nyawa.

Dirumorkan saat penayangan film ini di bioskop, telah membunuh penontonnya sebanyak 60 orang pada acara Budapest. Dan akhirnya film Antrum kembali lagi dengan kutukannya. Kejadian tragis itu terulang kembali, pada pemutaran film Antrum di San Franscisco 1993 terjadi sebuah ledakan yang tidak bisa dijelaskan alasannya, memakan korban jiwa sebanyak 30 orang.

Singkatnya, ‘film kutukan dan paling mematikan’ ini menceritakan tentang kakak beradik yang sangat sedih karena hewan peliharaannya mati. Keduanya ini tidak terima atas kematian anjingnya dan berusaha menghidupkan kembali peliharaannya dengan menggunakan sebuah buku misterius yang mereka temukan. Namun, buku misterius ini tak dapat menghidupkan kembali anjing peliharaan mereka, justru menimbulkan malapetaka bagi dua bersaudara tersebut.

Setelah menimbulkan berbagai kejadian aneh, pemutaran film ini dihentikan dan kembali ditayangkan pada 2018. Sebagaimana salinan film asli Antrum sulit ditemukan, pada 2019 sutradara David Amito dan Michael Laicini membuat kembali film Antrum: The Deadliest Film Ever Made. Dua sineas tersebut menghilangkan beberapa unsur menyeramkan didalamnya untuk merubah stigma yang mengatakan bahwa Antrum merupakan film kutukan dan film mematikan sepanjang masa. Film ini kemudian ditayangkan di Jepang untuk pertama kalinya.

Melansir laman Daily Star, Amito dan Laicini selaku sutradara dan produser film ini mengatakan, di film Antrum asli, terdapat beberapa bagian ‘rahasia’ yang hanya bisa dilihat penonton tertentu. Bagian rahasia inilah yang dipastikan bisa menyebabkan malapetaka bagi yang menontonnya.

Setelah menonton film ini di Festival Film Horor Brooklyn dan melihat tingginya antusias penonton pada saat tayangan pertamanya di Jepang. Produser film horor Eric Thirteen mengatakan, ia menginginkan film ini ditonton oleh penonton lainnya. Untuk itu, dengan membuat kesepakatan bersama Uncork’d Entertainment, film yang dianggap sebagai film kutukan dan paling mematikan ini telah ditayangkan di platform digital seperti amazon, google play, dan iTunes.

Jatim 3 April: Positif 152, PDP 717 dan ODP 9.435

Data yang dicantumkan dalam artikel ini diambil berdasarkan data yang dirilis Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di laman lawancovid-19.surabaya.go.id, dan Pemprov Jatim di laman infocovid19.jatimprov.go.id

Data ini dihimpun per Kamis (2/4/2020) sore.

Kasus positif corona atau Covid-19 di Jawa Timur mengalami tambahan 49 kasus baru. Total pasien positif corona sebanyak 152 orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah menjadi 717 orang dan total Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 8.395 orang menjadi 9.435 kasus.

“Kemarin 103 sekarang 152. Ada tambahan 49 orang terkonfirmasi positif,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Jumat (3/4/2020).

Menurut Khofifah, tambahan 49 kasus positif corona itu paling banyak dari Kota Surabaya dengan 33 kasus. Kemudian Lamongan 10 orang. Sedangkan sisanya tambahan dari Gresik dan Kediri.

Terdapat perbedaan pasien positif antara yang diumumkan pemerintah pusat denga Pemprov Jatim. Data pusat, menyebutkan pasien positif Jatim sebanyak 52 orang, selisih tiga orang dari data Jatim yakni 49 orang.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi pun menjelaskan bahwa terjadi kesalahan pencatatan dalam data tersebut. Di mana satu orang tertulis sebanyak tiga kali.

“Ternyata yang tiga itu orangnya sama,” kata Joni yang juga Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Khofifah menambahkan, adanya tambahan kasus positif corona dari Lamongan dengan 10 orang menjadikan daerah itu langsung masuk daerah terjangkit.

“Lamongan hari ini sudah masuk pada daerah terjangkit dan langsung 10 orang yang terkonfirmasi Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu terkait dengan tambahan 10 pasien positif di Lamongan, 8 orang di antaranya merupakan orang yang mengikuti pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya Maret lalu. Hal itu membuat Kabupaten Lamongan yang sebelumnya nihil pasien positif Covid-19, kini menjadi area zona merah baru di Jatim.

“Zona merah karena langsung 10 orang terkonfirmasi positif,” ujar Mantan Menteri Sosial RI ini.

Update Corona per 28 Maret: 1.155 Kasus Positif, DKI-Jabar Paling Banyak

Juru bicara pemerintah penanganan Corona Achmad Yurianto mengatakan, jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu, 28 Maret 2020 bertambah sebanyak 109 kasus.

“Total kasus menjadi 1.155,” kata juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan di saluran YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (28/3/2020).

“Kita prihatin kondisi ini bahwa penularan masih terjadi, kasus positif dan kontak dekat masih terjadi,” ujar Yuri di Jakarta, Sabtu (28/3/2020).

Menurut dia, data ini dikumpulkan sejak pukul 12.00 Jumat 27 Maret sampai pukul 12.00 WIB, Sabtu 28 Maret.

Jumlah pasien positif Covid-19 karena virus Corona di Indonesia naik signifikan. Juru bicara pemerintah dalam penanganan Corona Achmad Yurianto mengatakan, ini artinya, masih ada kasus positif Covid-19 yang ada di tengah masyarakat dan belum terdeteksi oleh pemerintah. 

Kedua, lanjut dia, masih ada kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19 dan belum terdeteksi itu, sehingga terjadi penularan.

Oleh karena itu, pemerintah mengajak masyarakat untuk memutuskan rantai penularan infeksi virus Corona. Selain, pemerintah juga akan berusaha menemukan kasus-kasus positif di masyarakat melalui penelusuran kontak kasus positif yang sudah dirawat dan juga rapid test.

“Ini lakukan bersama-sama dengan masyarakat untuk bisa cepat menemukan dan melakukan isolasi,” kata Yuri.

Yang penting, lanjut dia, masyarakat harus menjaga jarak pada kontak sosial, baik di rumah maupun di luar rumah. Misalkan, dengan memperhatikan jarak dengan orang lain saat bersosialisasi. Jarak yang dianjurkan 1,5 meter. Jika tidak, virus Corona dapat menular.

Selain itu, masyarakat harus rajin mencuci tangan. Sebab, penularan bisa terjadi dengan kontak tidak langsung. Misal dengan memegang barang bersama di fasilitas publik yang sudah dipegang oleh orang yang positif Covid-19.

“Yang menjadi keprihatinan kita sekarang, masih banyak masyarakat yang tidak memperhatikan hal ini,” ucap Yuri.

Berikut ini rincian kasus positif yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia:

Aceh: 4 Kasus Positif
Bali: 9 Kasus Positif
Banten: 103 Kasus Positif
DI Yogyakarta: 22 Kasus Positif
DKI Jakarta: 627 Kasus Positif
Jambi: 1 Kasus Positif
Jawa Barat: 119 Kasus Positif
Jawa Tengah: 55 Kasus Positif
Jawa Timur: 77 Kasus Positif
Kalimantan Barat: 3 Kasus Positif
Kalimantan Timur: 17 Kasus Positif
Kalimantan Tengah: 7 Kasus Positif
Kalimantan Selatan: 1 Kasus Positif
Kepulauan Riau: 5 Kasus Positif
Nusa Tenggara Barat: 2 Kasus Positif
Sumatera Selatan: 2 Kasus Positif
Sumatera Barat: 5 Kasus Positif
Sulawesi Utara: 2 Kasus Positif
Sumatera Utara: 8 Kasus Positif
Sulawesi Tenggara: 3 Kasus Positif
Sulawesi Selatan: 33 Kasus Positif
Sulawesi Tengah: 2 Kasus Positif
Lampung: 4 Kasus Positif
Riau: 1 Kasus Positif
Maluku Utara: 1 Kasus Positif
Maluku: 1 Kasus Positif
Maluku: 2 Kasus Positif
Papua: 7 Kasus Positif
Dalam Proses Verifikasi di Lapangan: 30 Kasus Positif
Total: 1.155 Kasus Positif

Review Invisible Man 2020

Title: The Invisible Man

Year: 2020

Genre: horror

Directed by: Leigh Whannell

Written by‎: HG Wells

Starring: Elisabeth Moss, Oliver Jackson-Cohen, Harriet Dyer

Pada Maret 2020, kalian bakal disuguhkan dengan banyak judul film horor Hollywood yang menarik. Nah, ada satu judul yang bakal membuat kalian menjerit selama menontonya, yaitu The Invisible Man. Film satu ini merupakan film yang diadaptasi dari novel karya HG Wells dengan judul serupa sekaligus remake dari film garapan James Whale.

Bisa dikatakan film ini bakal berbeda dari versi orisinalnya. Soalnya, film garapan Leigh Whannell ini mengungkap asal muasal dari si manusia tak kasat mata. Namun, The Invisible Man versi Whannell bukan bagian dari Dark Universe seperti The Mummy (2017).

Awal Semua Dimulai

Adegan film The Invisible Man dibuka dengan sebuah adegan dramatis yang melibatkan Cecilia Kass (Elisabeth Moss) dan Adrian Griffin (Oliver Jackson-Cohen) yang sedang pingsan. Cecil diperlihatkan berusaha untuk kabur dari rumah besar yang memiliki banyak kamera dan sistem keamanan yang sangat canggih.

Usaha kabur tersebut berjalan dengan sangat intens, tapi penuh dengan perhitungan. Rupanya Cecil sudah tidak tahan lagi untuk hidup bersama Adrian yang sangat jenius tapi gila kontrol, dan sangat ahli memanipulasi orang.

Setelah berhasil kabur, Cecil langsung pergi ke jalan raya. Di sana dia menunggu sang adik, Emily (Harriet Dyer), untuk mejemputnya. Sang adik memang datang, tapi Adrian juga sudah tersadar dan mengejar mereka. Walaupun tidak sempat mencelakai Cecil, Adrian sempat memecahkan kaca mobil Emily saat berusaha menghentikan mobil mereka.

Beberapa minggu kemudian, Cecil tinggal bersama Detektif James Lanier (Aldis Hodge) yang merupakan teman masa kecil Cecil. Selama tinggal dengan sang detektif dan anaknya, Cecil tidak berani keluar rumah sama sekali karena trauma yang dialaminya. Bagi Cecil Adrian bisa muncul dari mana saja untuk melukai atau menculik dirinya.

Tidak berapa lama kemudian Emily datang dan membawa berita kalau Adrian sudah meninggal karena bunuh diri di rumahnya. Selain itu Cecil juga menerima surat wasiat yang dialamatkan ke dirinya. Sebagai satu-satunya orang yang dekat dengan Adrian, Cecil berhak mendapatkan warisan berupa uang dan rumah mewah.

Sayang semua tidak berjalan mudah, sebab sejak saat itu Cecil merasa seperti diikuti oleh seseorang yang tidak kasat mata. Dugaan ini semakin kuat, saat Cecil melihat berbagai pertanda yang menunjukkan kalau Adrian masih hidup dan berhasil menemukan cara untuk menghilang.

Akting adalah segalanya

Pendalaman karakter Cecilia yang dilakukan Elisabeth Moss patut diapresiasi dan diacungi jempol. Moss sukses menunjukkan bagaimana seorang istri yang terjebak dalam hubungan tak sehat bertahun-tahun.

Depresi dan rasa takut jelas terlihat dari mata serta ekspresi Moss saat memerankan Cecilia.Tak hanya itu, Moss juga amat berhasil memerankan seseorang yang paranoia. Kemampuan akting Moss dalam The Invisible Man membuatnya benar-benar seperti orang gila yang penuh dengan khayalan.

Kemampuan akting Moss pula sejatinya faktor horor dalam The Invisible Man. Penonton secara tak langsung terbawa dengan ketakutan Cecilia bertemu kembali dengan suami yang sudah jadi mimpi buruk. The Invisible Man memang memiliki jalan cerita yang cukup lambat di awal. Namun, hal tersebut bisa ditutupi dengan akting Moss yang amat memukau sejak awal hingga akhir.

Teror menegangkan yang tidak melibatkan hantu

Pendalaman karakter Cecilia yang luar biasa ditambah dengan sinematografi yang ciamik membuat penonton The Invisible Man betul-betul berjaga dan tetap tersadar menatap layar. Apabila Anda termasuk yang ‘tak merasakan apa pun’ usai melihat trailer, maka sesungguhnya sutradara Leigh Whannel menaruh banyak kejutan di sepanjang film. Kejutan tersebut bahkan sanggup membuat para penonton menahan napas bahkan berteriak.

Efek suara dalam The Invisible Man juga menjadi nilai tambah tersendiri. Efek suara tipikal film horor bisa didengar di sepanjang film dan menambah unsur seram bahkan depresi dan mungkin terasa tak nyaman bagi sebagian orang. Hal lain yang patut diacungi jempol adalah cara Leigh Whannell selaku sutradara dan penulis. Ia membuat The Invisible Man konsisten memberikan teror dari awal hingga akhir, dan tuntas.

Di sisi lain, beberapa adegan dalam The Invisible Man membuat film ini sekilas mengingatkan dengan Paranormal Activity. Selayaknya banyak film horor Hollywood yang dibuat dengan modal tak besar namun meraih banyak untung, film ini sepertinya juga akan mengikuti.

Review Film Contagion 2011

Title: Contagion

Year : 2011

Genre: Medic Thriller/Thriller/Drama 

Duration: 1 hr 46 mins

Directed by: Steven Soderbergh

Written by: Scott Z. Burns

Starring: Gwyneth Paltrow, Jude Law, Kate Winslet, Matt Damon, Laurence Fishburne, Marion Cotillard 

CONTAGION (2011) : PARANOID AMERIKA  PADA VIRUS DAN CHINA

Jarang sekali saya mendapat tontonan sebagus dan secerdas Contagion ini. Padahal filmnya sendiri boleh dikategorikan sebagai film kategori “berat” menurut saya. Bagaimana tidak “berat”, karena fim ini banyak menggunakan istilah-istilah medis didalamnya. Sutradara Steven Soderbergh memang betul-betul patut mendapat acungan jempol dalam mengelola medic thriller ini sehingga bisa menjadi hiburan yang tidak membosankan, Apalagi dilibatkannya aktor dan aktris papan atas di film ini semakin membuat film ini layak untuk ditonton.

Contagion dalam tejemahan bebas bahasa Indonesia berarti penularan. Menilik dari judulnya, pasti udah ketebak, film ini menceritakan tentang epidemi suatu penyakit atau virus. Cerita diawali dengan Beth Emhoff (Gwyneth Paltrow) yang sedang duduk sambil minum dan makan kacang di sebuah bandara. Beth nampak tidak sehat dan terbatuk-batuk serta mirip orang yang sedang terkena demam atau flu.

Selanjutnya ada adegan-adegan pendek tentang orang-orang di China, Inggris dan Jepang yang sama sakitnya akibat serangan virus seperti Beth Emhoff dan akhirnya meninggal setelah sebelumnya kejang-kejang dan mulutnya berbusa. Orang-orang inilah yang menjadi awal petaka penyebaran epidemi virus. Beth akhirnya juga meninggal dan anaknya juga ikut meninggal karena sempat dipeluk oleh ibunya sesaat setelah Beth sampai di rumah. Suami Beth, Mitch Emhoff (Matt Damon) kebal terhadap virus ini, meski sempat dikarantina di rumah sakit tempat istrinya dirawat. Anak perempuan Mitch, Jory Emhoff (Anna Jacoby-Heron), yang tinggal di kota lain, juga kebal dan menemani ayahnya setelah bunda dan adiknya meninggal. Disinilah dimulai petualangan Mitch dan Jory untuk dapat bertahan hidup di lingkungan yang sudah kacau balau akibat epidemi virus.

Sementara itu, pemerintah Amerika, melalui CDC (Center for Disease Control) dan lembaga kesehatan dunia, WHO (World Health Organization), berpacu dengan waktu untuk menemukan vaksin virus mematikan ini. Mulai dari dokter, peneliti, dan ahli virus saling bahu membahu untuk menemukan vaksinnya. Oh ya, virus ini masuk kategori mematikan dan diduga berasal dari virus yang ada pada kelelawar dan babi yang kemudian bergabung dan membentuk strain baru.

Cara penularannya adalah kontak langsung dengan pengidap atau melalui barang-barang yang sudah disentuh oleh pengidap virus. Orang yang telah terjangkiti bisa mati dalam waktu kurang dari 8 jam. Agen intelejen khusus epidemi dari CDC yang menyelidiki kasus ini adalah Dr. Erin Mears (Kate Winslet), kepala tim CDC yaitu Dr. Ellis Cheever diperankan oleh Laurence Fishburne. Pada kondisi chaos seperti ini, agar film ini lebih seru, dimasukkanlah Alan Krumwiede (Jude Law), seorang blogger yang ngakunya jurnalis freelance, untuk memancing di air keruh. Alan yang ternyata kebal virus, dalam video di blognya, berpura-pura sakit dan minum forsythia agar dia sembuh. Alan juga menuding pemerintah Amerika Serikat memiliki konspirasi dengan perusahaan farmasi sehingga forsythia dibatasi. Begitu pula dengan pembuatan vaksin anti virus ini yang dirahasiakan agar kalangan tertentu saja yang bisa mendapat manfaat pertama kali dari vaksin ini.

Di belahan dunia yang lain, yaitu China, seorang peneliti dari WHO, Dr. Leonora Orantes (Marion Cotillard) yang sedang melaksanakan penyelidikan mengenai penyebaran virus ini, harus menghadapi situasi yang diluar dugaan. Dia disandera oleh pemerintah China dengan tebusan vaksin virus ini, karena korban terbanyak akibat virus mematikan ini adalah China. Dalam film ini, China juga dituding sebagai asal muasal penyebaran virus, karena sebelum sakit dan meninggal, para penyebar virus di Inggris, Amerika, dan Jepang sempat melakukan perjalanan ke China.

Secara umum, film ini lebih kompleks dari film yang bertemakan epidemi virus, seperti Outbreak (1995) atau The Crazies (2011), sebagai contoh. Kekuatan film ini berada pada plot yang semakin membuat orang menjadi ingin lebih tahu. Pertanyaan-pertanyaan dasar sepanjang film seperti, siapa penyebar virus ini dan benarkah ada konspirasi dibalik penyebaran virus ini, terjawab satu persatu. Berbagai karakter yang ada di film ini memang tidak dieksplorasi secara kuat, mungkin agar penonton dapat berpikir secara global tanpa harus mengetahui latar belakang seluruh karakter utama yang terlibat. Tidak seperti The Crazies yang memposisikan karakter utama sebagai the only survivor dalam epidemi virus, atau peneliti yang menjadi super hero yang berpacu dengan waktu dalam Outbreak, disini kita diajak untuk melihat dampak epidemi secara lebih menyeluruh dari berbagai sudut pandang.

Kekuatan social media di abad 21 ini sangat kuat mempengaruhi pola pikir masyarakat, apalagi dalam kondisi chaos seperti yang digambarkan dalam film ini. Buktinya, Alan Krumwiede dalam blognya telah berhasil mempengaruhi orang Amerika untuk antri mendapatkan forsythia demi kesembuhannya, padahal itu adalah hoax semata. Pemerintah Amerika di film ini juga terkesan menutup-nutupi tentang kejadian epidemi virus ini beserta vaksinnya, sehingga Alan semakin bebas bicara menyebarkan hoax demi keuntungan pribadinya.

Dalam film ini digambarkan seakan-akan China sebagai asal perkembangbiakan virus dan Amerika berhasil menemukan vaksin untuk mengobatinya. Pendeknya, Amerika bisa menyelamatkan dunia dari krisis. Tetapi ada juga hal positif yang bisa kita petik dari Contagion ini. Seperti misalnya tentang cepat tanggapnya CDC dalam menangani epidemi virus ini atau juga pelajaran hidup tentang kerelaan untuk berkorban demi kemaslahatan orang banyak. Seperti yang dilakukan seorang ahli virus yang menyuntik dirinya sendiri dengan prototype vaksin yang dia sendiri juga belum tahu efeknya.

VIrus corona Melonjak Jadi 893, Beginilah Sebaran Kasus Positif-nya

Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia melonjak menjadi 893 kasus. Penambahan terbanyak berasal dari DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan.

“Totalnya menjadi 893,” kata juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube BNPB, Kamis (26/3/2020).

Jumlah pasien yang sembuh dari Corona juga bertambah menjadi 35 orang. Sedangkan jumlah pasien yang meninggal dunia bertambah menjadi 78 orang.

“Angka kematian ada penambahan 20 kasus. Sehingga totalnya ada 78 orang,” kata Yuri.

Berikut ini rincian kasus positif yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia:

Aceh: 1 Kasus Positif
Bali: 9 Kasus Positif
Banten: 67 Kasus Positif
DI Yogyakarta: 16 Kasus Positif
DKI Jakarta: 515 Kasus Positif
Jambi: 1 Kasus Positif
Jawa Barat: 78 Kasus Positif
Jawa Tengah: 40 Kasus Positif
Jawa Timur: 59 Kasus Positif
Kalimantan Barat: 3 Kasus Positif
Kalimantan Timur: 11 Kasus Positif
Kalimantan Tengah: 6 Kasus Positif
Kalimantan Selatan: 1 Kasus Positif
Kepulauan Riau: 5 Kasus Positif
Nusa Tenggara Barat: 2 Kasus Positif
Sumatera Selatan: 1 Kasus Positif
Sumatera Barat: 3 Kasus Positif
Sulawesi Utara: 2 Kasus Positif
Sumatera Utara: 8 Kasus Positif
Sulawesi Tenggara: 3 Kasus Positif
Sulawesi Selatan: 27 Kasus Positif
Sulawesi Tengah: 1 Kasus Positif
Lampung: 3 Kasus Positif
Riau: 2 Kasus Positif
Maluku Utara: 1 Kasus Positif
Maluku: 1 Kasus Positif
Maluku: 1 Kasus Positif
Papua: 7 Kasus Positif
Dalam Proses Verifikasi di Lapangan: 20 Kasus Positif
Total: 893 Kasus Positif

Hoaks : Foto Vaksin Corona COVID-19 Buatan AS Siap Diedarkan

Foto yang diklaim sebagai vaksin untuk mencegah penyakit COVID-19 di aplikasi percakapan WhatsApp ini sempat viral dan menggegerkan warganet. Konon katanya, produk vaksin tersebut segera siap diedarkan. 

Dalam gambar yang beredar terpampang sebuah botol kecil berwarna putih dan dua bungkusan plastik bertuliskan SGTi-flex COVID-19 lgM/IgG.

“Kabar baik Vaksin virus corona siap.

Mampu menyembuhkan pasien dalam waktu 3 jam setelah injeksi.

Angkat topi untuk ilmuwan AS.

Saat ini Trump mengumumkan bahwa Roche Medical Company akan meluncurkan vaksin Minggu depan dan jutaan dosis sudah siap”

Dari hasil penelusuran, ditemukan foto yang identik dalam artikel “Image of COVID-19 test kit shared as newly developed ‘coronavirus vaccine’ by Roche” dimuat situs altnews.in, pada 23 Maret 2020.

Dari artikel tersebut diketahui, kabar serupa tak hanya menyebar di Indonesia, tapi juga di sejumlah negara. 

Dalam artikel tersebut, redaksi altnews.in menyatakan, berdasarkan penelusuran, itu bukan vaksin COVID-19 namun perangkat tes untuk mengetahui apakah seseorang terpapar virus corona baru pemicu COVID-19, yang diberi nama SARS-CoV-2.

Penelusuran lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui tulisan ‘SGTi-flex COVID-19 IgM / IgG’ yang tertera dalam kemasan, dengan melakukan pencarian dengan kata kunci itu di Google Search. 

Hasil penelusuran mengarah ke situs sugentech.com, yang merupakan perusahaan produsen SGTi-flex COVID-19 IgM / IgG.

Foto kemasan yang sama tertera di sama. Namun, dalam keterangannya, situs  tersebut sugentech.com menyebut, SGTi-flex COVID-19 IgM / IgG adalah alat pengujian, bukan vaksin.

 “SGTi-flex COVID-19 IgM / IgG adalah perangkat tes imunokromatografi berbasis nanopartikel emas untuk menentukan antibodi IgM dan IgG COVID-19 secara kualitatif dalam darah manusia (yang diambil lewat tusukan jadi atau pembuluh vena), serum atau plasma,” demikian keterangan yang menyertai gambar itu.

Situs tersebuit juga mengklaim, perangkat pengujian tersebut akurat dan mudah digunakan. Hasilnya bahkan bisa dilihat oleh mata telanjang dalam waktu 10 menit.

SGTi-flex COVID-19 IgM / IgG juga diklaim memungkinkan membantu identifikasi infeksi dan mengisolasi orang tanpa gejala tetapi diduga COVID-19. 

Klaim dalam pesan yang menyebar di WhatsApp, dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, menyebut bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Roche Medical Company akan meluncurkan vaksin Minggu depan dan jutaan dosis sudah siap. 

Klaim tentang Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa jutaan dosis vaksin virus corona atau COVID-19 siap diluncurkan adalah tidak benar.

Fakta sebenarnya, Trump mengumumkan kemitraan dengan sektor swasta untuk meningkatkan kapasitas tes atau pengujian Virus Corona Covid-19.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada vaksin COVID-19 yang siap edar dan telah melalui uji klinis. Semuanya masih dalam tahap pengujian. 

10 Film Hollywood yang siap mencuri perhatian di 2020

Film Hollywood 2020 memang sudah mulai tayang sejak januari 2020. PerspektifPena akan menyampaikan 10 fil Hollywood yang diprediksi akan mencuri perhatian para pecinta film. untuk kali ini PerspektifPena tidak akan menampilkan film superhero karna tentu akan sangat tidak asing bagi para pecinta film. Kalau begitu, PerspektifPena akan beritahukan sekarang.

1. No Time To Die

James Bond tak pernah tua. Ia selalu bergerak dan mematikan musuh-musuhnya. Tahun ini adalah tahun terakhir Daniel Craig menjadi agen rahasia. Penampilan khas dan flamboyan yang kasarnya sudah terlihat di film No Time to Die yang akan rilis pada tahun 2020 ini.

2. Top Gun: Maverick

Kalau ini sudah tidak diragukan lagi. Om Tom Cruise akan beraksi kembali dengan pesawat tempurnya. Bukan lagi sebagai pilot tempur, namun akan menjadi pelatih. Menarik menunggu film ini menigngat rentang waktu dengan film pertama yang begitu jauh. Plus cerita yang akan ditawarkan. Namun, nama Tom Cruise sudah jadi jaminan mutu.

3. A Quiet Place Part II

PerspektifPena sudah menyebutkan ini salah satu film sekuel Hollywood 2020 yang layak untuk ditunggu. Film besutan John Krasinski merupakan lanjutan dari film pertamanya. semoga cerita keduanya lebih menegangkan dengan konsep yang lebih garang.

4. Bill & Ted Face the Music

Keanu Reeves dan Alex Winter pernah membuat era ’80-an menjadi sesuatu hal yang menyenangkan dengan drama action dan petualangan tentang penjelajahan waktu. Oh hei dan itu sangat menyenangkan. Puluhan tahun kemudian, kisah dua sahabat ini akan kembali terjalin lewat film  Bill & Ted Face the Music. 

Keanu Reeves sudah jaminan mutu. Semoga naskahnya benar dan pemerannya solid. Karena ada nama Samara Weaving yang mencuri perhatian di film Ready or Not pada tahun 2019.

5. Bad Boys for Life

Siapa yang gak tau film satu ini? Menanti kegilaan dua detektif ini memang tidak akan ada habisnya. Siap-siap perut kamu akan dikocok terus melihat penampilan dua aktor senior, Will Smith dan Martin Lawrence. Semoga juga, selain penampilan action dan komedi, cerita film Bad Boys For Life lebih berbobot.

6. Dolittle

Kenapa ini jadi salah satu film Hollywood 2020 yang mencuri perhatian. Tentu saja, nama Robert Downey Jr sebagai pangkalnya. Sang aktor yang lama berbaju Iron Man, harus keluar dari bayang-bayang itu. The Judge, film yang ia perankan di sela-sela karakternya sebagai superhero Marvel, masih terasa sangat Tony Stark. Lalu, bagaimana dengan Dolittle? 

7. Fast & Furious 9

Ini yang ditunggu-tunggu. Pastinya setelah sempat mati suri dan perpecahan, Fast Furious 9 memang harus rilis. Terlepas dari filmnya apakah masuk akal atau tidak, tetap saja, film ini hanyalah ‘hiburan’ yang selalu dan patut untuk ditunggu. Sudah siap dengan film tentang adu balapan mobil yang kemudian menjadi action ini? Tayang 2020 di seluruh bioskop dunia.

8. The King’s Man

Dua film Kingsman, agen rahasia nan flamboyan sudah tamat. Memang harus sudah tamat. Lalu, bagaimana jika asal-usul para kingsman dibongkar? Jawabannya sudah siap untuk ditayang pada tahun 2020. The King’s Man, film prekuel tentang bagaimana keterlibatan agen-agen rahasia yang lebih dahulu bertugas ketimbang agen rahasia mana pun. Ouch! Trailernya cukup menjanjikan. Mari kita tunggu film ini.

9. Last Night in Soho

Di urutan 9 ada film Last Night in Soho yang bergenre horor dan akan jadi salah satu film Hollywood 2020 yang patut ditunggu. Kritikus film Hollywood menempatkan Last Night in Soho sebagai salah satu film yang patut ditunggu di tahun 2020.

Semua orang suka horor, semua orang suka dikagetkan. Sekarang bedanya, panduan untuk sebuah film horor sudah menikgkat. Tak perlu terlalu banyak adegan jumpscare, namun tetap bisa menimbukan kengerian yang tak terhingga.

10. Bloodshot

Vin Diesel menjadi manusia yang direinkarnasi lewat Bloodshot. Trailernya mengangumkan. Namun, bagaimana dengan filmnya? Entahlah. Kehadiran Vin Diesel setidaknya sudah cukup memberikan jaminan bahwa ini adalah film Hollywood 2020 yang tak boleh kamu lewatkan.

Review Film ‘Imperfect’ : Kisah Insecure yang Bikin Ngakak Membuka Mata Semua Orang

Body Shamming, siapa sih yang nggak pernah mendapat ungkapan tentang itu selama hidupnya? Tanpa kita sadari mungkin sesekali kita mendapatkan kalimat yang menyindir kondisi fisik. Entah bercanda atau serius, panggilan tentang keadaan tubuh kita pasti pernah bahkan sering terlontar dari teman, sahabat, bahkan sanak saudara. Mulai dari si hitam, gendut, keriting, atau si jangkung.


Meskipun ucapan tersebut muncul dengan senyuman atau candaan karena terpampang dari keadaan fisik yang terlihat, sadar atau tidak hal tersebut sudah masuk ke dalam body shamming. Jika kita melihat di kolom komentar social media, hal tersebut sering sekali dapat kita lihat terlontar dan banyak kita temui.


Ernest Prakasa yang terkenal dengan genre film komedi sebagai signature karyanya justru mencoba mengangkat isu body shamming  dan memperlihatkan realita yang terjadi di sekitar kita bahwa body shamming itu ada. Dibantu Muhadky Acho sebagai konsultan komedi film Imperfect mereka membangun jokes dengan hati-hati agar tidak menyinggung.
Sayangnya, beberapa punchline kurang terasa surprise lagi karena telah ditampilkan di trailer-nya. Seakan pengulangan, kelucuan yang hadir tidak se-ngakak pertama kalinya. Namun tetap saja film ini sangat layak untuk ditonton oleh semua orang. Penasaran dengan review-nya? Simak yuk!

Saat semua orang lebih memperhatikan penampilan dibandingkan kemampuannya

Rara (Jessica Mila) terlahir sangat berbeda dengan adiknya Lulu (Yasmin Napper). Rara mengikuti gen sang ayah yang memiliki kulit hitam, rambut keriting dan berbadan gemuk. Sementara Lulu memiliki penampilan fisik seperti sang mama, putih, wajah blasteran, dan berambut lurus. Sejak kecil, Rara sudah sering dibanding-bandingkan dengan sang adik dan ia merasa cuek dengan hal tersebut. Toh ia sudah punya pacar, yakni Dika (Reza Rahadian) yang mau menerima Rara apa adanya.

Sampai pada suatu hari, saat Rara harus menggantikan atasannya di kantor, pemilik perusahaan tempatnya bekerja, Kelvin (Dion Wiyoko), meminta Rara untuk memperbaiki penampilan. Sebab menurutnya, Rara harus merepresentasikan perusahaan dengan penampilan yang baru.

Rara pun berusaha keras untuk mengubah penampilannya sebaik mungkin. Di sisi lain, Dika pun merasa takut jika Rara berubah penampilan, ia akan meninggalkan Dika dan beralih menjadi sosok yang tak Dika kenal.

Bukan soal Antagonis atau Protagonis

Ernest enggak menempatkan para karakter berada di protagonis atau antagonis. Seperti manusia yang enggak bisa dibilang baik atau jahat. Semua tergantung cara pandang dan perilakunya. Rara misalnya, dia rela dirisak, tapi setelah bisa berubah, sifatnya pun berubah. Ibunya Rara yang tiap hari melarang Rara makan cokelat, ternyata punya trauma di masa lalu yang membentuknya. Lulu, adik Rara yang terlihat sempurna, ternyata enggak beda jauh menderita seperti Rara. Cara Ernest memperlakukan para karakter bisa dibilang brilian.

Sosok Rara yang kurang sempurna diciptakan menjadi potret keseharian para cewek yang sering merasa insecure dan belum tahu cara memulai untuk sayang dengan diri sendiri. Tokoh Rara juga merepresentasikan perilaku sebagian cewek dalam menggunakan media sosial: membandingkan dirinya dengan orang lain yang terlihat sempurna.

Ditambah, karena fisiknya, dia sering terkena perisakan verbal dari orang lain. Untungnya, Jessica Mila berhasil tampilkan tokoh Rara sebagai tempat para cewek untuk bercermin untuk menemukan versi terbaik dari dirinya sendiri. Selain itu, adanya Reza Rahadian sebagai Dika, kekasih Rara, pun enggak bikin sosok Rara hilang pesona. Reza sekali lagi keluar dari zona nyaman, menjadi karakter pendukung dan cowok biasa.

Semua tokoh memiliki rasa insecure-nya masing-masing


Kalau kamu terlalu fokus dengan tokoh Rara yang punya rasa insecure atas kondisi fisiknya, lebih baik kamu tonton kembali film Imperfect deh. Sebab, nggak cuma Rara, uniknya, semua tokoh di film ini hadir dengan rasa insecure-nya masing-masing.


Selain Rara yang insecure dengan keadaan tubuhnya, ada Dika yang insecure Rara berubah, lalu Lulu yang insecure dengan komentar jelek tentang dirinya di Instagram, George (Boy William) yang takut kehilangan followers dan masih banyak lagi.

Imperfect menjadi film akhir tahun yang cukup manis. Film ini membuka mata banyak orang betapa body shamming sangat menyakitkan hati. Satu kalimat yang mengejek kondisi fisik seseorang bukan hanya mempengaruhi fisik itu sendiri, tetapi juga mental orang yang mendapat ejekan tersebut

Tiap Karakter Jadi Primadona pada Adegannya Masing-masing

Adanya empat karakter anak kost cewek di rumah Ibu Ratih (Dewi Irawan) alias ibu Dika, membuat film Imperfect tampil fresh. Mereka adalah Neti (Kiky Saputri), Maria (Zsazsa Utari), Prita (Aci Resti), dan Endah (Neneng Wulandari). Kehadiran mereka kerap ditunggu penonton karena selalu berhasil hadirkan gelak tawa.

Lalu, ada Teddy (Ernest Prakasa) sebagai sahabat Dika juga menambah film ini lebih menggelitik dengan komedi khas Ernest soal keberagaman. Ada juga geng preman kampung yang digawangi oleh Ali (Uus). Meski kadang garing, komedi yang mereka lontarkan ngena di hati.

Kemudian ada geng kantor yang modis, dan kadang absurd juga tampil natural dan nyata. Ditambah geng sosialita yang kepo, seperti ibu-ibu yang kita temui dalam keseharian. Oh ya, enggak lupa dengan murid–murid sekolah darurat Rara, yang berhasil menampar kita melalui celoteh polosnya.

Berhasilnya Ernest, dia menempatkan semua karakter jadi primadona tiap adegan. Hal inilah yang bikin penonton betah nonton sampai akhir, bahkan nonton adegan bloopers-nya sampai habis.

Trailer Imperfect (2019)

Film produksi Starvision ini bukan sekadar menjadi hiburan, tapi juga menjadi gerakan. Gerakan untuk lebih mencintai diri sendiri, karena kadang kita terlalu fokus dengan hidup orang lain dan menganggap hidup orang lain sempurna.

Melalui film ini saya banyak belajar soal bersyukur. Bukan hanya bersyukur dengan keadaan fisik yang saya miliki, tetapi juga bersyukur memiliki orang-orang di sekitar saya yang mau menerima saya bagaimanapun keadaan fisik yang saya punya.

Seperti tagline dari film ini “Ubah insecure menjadi bersyukur”, benar-benar menjadi mantra bagi perempuan supaya mereka mau menerima kondisi fisiknya apa adanya sebagai pemberian Tuhan yang tak ternilai harganya.

"Bukan Seberapa Banyak Kamu Menerima Tapi Seberapa Banyak Kamu Memberi"

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai